cinta dan kehidupan
Maka dalam diammu itulah cinta.. Maka dari senyummu itulah cinta.. Maka dalam bicaramu itulah cinta.. Maka segala sesuatu akan indah dengan cinta Allah SWT
_pembelajar sejati,siap beraksi,berjuang sepenuh hati_
"Cinta yang tulus_cinta Allah SWT"
Kamis, 29 Desember 2011
Sabtu, 09 Juli 2011
Tausiyah Mujahidah......
Tuk Mujahidah Sholehah…..
Dengan kecantikanmu, kau lebih elok dari mentari,
Dengan akhlakmu, kau lebih wangi dari harum bunga..
Dengan rendah hatimu, kau lebih tinggi dari bulan..
Dengan kelembutanmu, kau lebih halus dari rintik hujan...
Pertahankanlah keindahan ini, agar kau bisa terus menjadi sayap perjuangan Islam..
Penegak kaliamat Allah di muka bumi...
Andaikan Dakwah bisa tegak seorang diri, . .
Tak perlu Musa mengajak Harun,
Rasululloh mengajak Abu Bakar untuk menemaninya Hijrah.
Meskipun pengemban Dakwah itu seorang yang’Alim, Faqih dan memiliki Azzam yang kuat..
Tetap saja ia manusia lemah dan akan selalu membutuhkan saudaranya,
Meskipun saudaranya itumemiliki banayk keterbatasan.
Peliharalah ia dan jangan jau sia – siakan saudaramu.
Karena ia sangan mahal dan mungkin ialah yang selalu mendoakanmu dalam setiap langkah – langkahmu.
Rasulullah senantiasa berwajag ceria, beliau pernah bersabda :
” Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati, hiburlah dirimu dengan hal – hal yang ringan dan lucu. Sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban – beban yang berat, maka ia akan menjadi buta .
” Teman, janganlah kita bergerak karena suatu beban. Namun bergeraklah karena hati dan langkah yang pasti!!. Adanay amanah adalah kebutuhan, bukan sekedar keinginan kita. Pilihlah keputusan itu berdasarkan karena kebaikan, bukan karena kepentingan!! Ti dak semua orang diberikan kelebihan untuk membuat suatu perubahan. Jadi jangan sampai kita sia – siakan waktu untuk lama tersadar!.
Ketika ku minta pada Allah setangkai bunga segar, DIA beri aku kaktus berduri
Aku pun minta pada-NYA binatang mungil nan cantik, DIA beri aku ulat.
Aku sempat sedih, protes dan kecewa
Betapa tidak adilnya ini.
Namun kemudian.
Kaktus itu berbunga sangat indah sekali..
Dan ulat itu pun tumbuh dan berubah menjadi kupu – kupu yang teramat cantik.
Itulah jalan Allah, Idah pada waktunya.
Allah akan berikan apa yang kita perlukan,
Kadang kita kecewa, terluka, tapi jauh di atas segalanya.
Allah sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita.
Kamis, 07 Juli 2011
Benarkah Kita Kader Dakwah???
Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki kepahaman yang utuh. Paham akan falsafah dasar perjuangan, paham akan nilai-nilai yang diperjuangkan, paham akan cita-cita yang hendak dicapai, paham akan jalan yang harus dilalui. Kader dakwah memiliki pemahaman yang komprehensif. Paham akan tahapan-tahapan untuk merealisasikan tujuan, paham akan konsekuensi setiap tahapan, paham akan logika tantangan yang menyertai setiap tahapan, paham bahwa di setiap tahapan dakwah memiliki tingkat resiko yang berlainan. Kepahaman kader dakwah terus berkembang.
Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki amal yang berkesinambungan. Amal dalam dakwah bukanlah jenis amal yang setengah-setengah, bukan jenis amal sporadis, spontan dan tanpa perencanaan. Sejak dari perbaikan diri dan keluarga, hingga upaya perbaikan masyarakat, bangsa, negara bahkan dunia. Amal dalam dakwah memiliki tahapan yang jelas, memiliki tujuan yang pasti, memiliki orientasi yang hakiki. Kader dakwah tidak hanya beramal di satu marhalah dan meninggalkan marhalah lainnya. Kader dakwah selalu mengikuti perkembangan mihwar dalam dakwah, karena itulah amal yang harus dilalui untuk meretas peradaban.
Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki etos jihad yang abadi. Jihad dalam bentuk kesungguhan, keseriusan, dan kedisiplinan dalam menggapai visi dakwah yang hakiki. Kesungguhan membela hak-hak umat, kesungguhan mendidik masyarakat, keseriusan mengusahakan kesejahteraan masyarakat, kedisiplinan membersamai dan menyelesaikan persoalan kehidupan yang semakin kompleks. Kader dakwah harus memberikan kesungguhan dalam menjalankan semua agenda dakwah, hingga menghasilkan produktivitas yang paripurna, di lahan apapun mereka bekerja. Itulah makna jihad dalam konteks perjalanan aktivitas dakwah.
Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki pengorbanan yang tak terhingga nilainya. Dakwah tidak mungkin akan bisa dijalankan tanpa pengorbanan. Sejak dari pengorbanan harta, waktu, tenaga, pikiran, fasilitas, hingga pengorbanan jiwa. Rasa lelah, rasa jenuh, rasa letih selalu mendera jiwa raga, kesenangan diri telah dikorbankan demi tetap berjalannya roda dakwah. Aktivitas dijalani sejak berpagi-pagi hingga malam hari. Kadang harus bermalam hingga beberapa lamanya, kadang harus berjalan pada jarak yang tak terukur jauhnya, kadang harus memberikan kontribusi harta pada kondisi diri yang belum mapan dari segi ekonomi. Pengorbanan tanpa jeda, itulah ciri kader dakwah yang setia.
Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki ketaatan kepada prinsip, keputusan organisasi, dan kepada pemimpin. Prinsip-prinsip dalam dakwah harus dilaksanakan dengan sepenuh ketaatan. Taat kepada pondasi manhaj adalah bagian penting yang akan menghantarkan dakwah pada tujuannya yang mulia. Taat kepada keputusan organisasi merupakan syarat agar kegiatan dakwah selalu terbingkai dalam sistem amal jama’i. Taat kepada pemimpin merupakan tuntutan agar pergerakan dakwah berjalan secara efektif pada upaya pencapaian tujuan. Ketaatan bukan hanya terjadi dalam hal-hal yang sesuai dengan pendapat pribadi, namun tetap taat terhadap keputusan walaupun bertentangan dengan pendapatnya sendiri.
Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki keteguhan tiada henti. Kader dakwah harus selalu tegar di jalan dakwah, karena perjalanan amatlah panjang dengan berbagai gangguan dan tantangan yang menyertainya. Teramat banyak aktivis dakwah semasa, dimana mereka memiliki semangat yang menyala pada suatu ketika, namun padam seiring berjalannya usia. Ada yang tahan tatkala mendapat ujian kekurangan harta, namun menjadi gugur saat berada dalam keberlimpahan harta dunia. Ada yang tegar saat dakwah dilakukan di jalanan, namun tidak tahan saat berada di pucuk kekuasaan. Kader dakwah harus berada di puncak kemampuan untuk selalu bertahan.
Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki kemurnian dan kebersihan dalam orientasi aktivitasnya. Sangat banyak faktor yang mengotori kebersihan orientasi dakwah. Ada kekotoran cara mencapai tujuan. Ada kekotoran dalam usaha mendapatkan harta. Ada kekotoran dalam langkah menggapai kemenangan. Kader dakwah harus selalu menjaga kemurnian orientasinya, tidak berpaling dari kebenaran, tidak terjebak dalam kekotoran. Karena dakwah memiliki visi yang bersih, sehingga harus dicapai dengan langkah dan usaha yang bersih pula.
Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki solidaritas, persaudaraan dan kebersamaan yang tinggi. Ukhuwah adalah sebuah tuntutan dalam menjalankan agenda-agenda dakwah. Semakin besar tantangan yang dihadapi dalam perjalanan dakwah, harus semakin kuat pula ikatan ukhuwah di antara pelakunya. Kader dakwah saling mencintai satu dengan lainnya, saling mendukung, saling menguatkan, saling meringankan beban, saling membantu keperluan, saling berbagi dan saling mencukupi. Kader dakwah tidak mengobarkan dendam, iri dan benci. Kader dakwah selalu membawa cinta, dan menyuburkan dakwah dengan sentuhan cinta.
Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki tingkat kepercayaan yang tak tertandingi. Berjalan pada rentang waktu yang sangat panjang, dengan tantangan yang semakin kuat menghadang, menghajatkan tingkat kepercayaan prima antara satu dengan yang lainnya. Berbagai isu, berbagai fitnah, berbagai tuduhan tak akan menggoyahkan kepercayaan kader dakwah kepada para pemimpin dan kepada sesama kader dakwah. Berbagai caci maki, berbagai lontaran benci, berbagai pelampiasan kesumat, tak akan mengkerdilkan kepercayaan kader terhadap langkah dakwah yang telah dijalaninya.
Jadi, benarkah kita kader dakwah ?nDalem Mertosanan, Yogyakarta, 30 Mei 2011
Oleh Cahyadi Takariawan...
Langganan:
Komentar (Atom)