_pembelajar sejati,siap beraksi,berjuang sepenuh hati_

"Cinta yang tulus_cinta Allah SWT"

Selasa, 19 April 2011

Bismillah…

Buku membina angkatan mujahid karya Sa’id Hawwa merupakan buku yang memuat menganai analisis konsep dakwah Hasan Al Banna. Ibaratnya buku ini adalah tafsir dari buku Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Membaca buku ini bagaikan mengingat kembali akan saat kita membaca buku Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Kembali mengingatkan komitmen kita sebagai Aktivis dakwah akan peran – peran yang sudah kita lakukan selama ini. Buku ini menjelaskan secara rinci hal – hal yang termuat dalam buku Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin.

Buku Membina Angkatan Mujahid terdiri dari 9 Bab. Bab Pertama kita akan disuguhi kenangan seputar Hasan Al Banna. Pada Bab kedua penulis menjelaskan tentang kunci memahami dakwah ikhwanul muslimin. Pada Bab ketiga kita akan diingatkan oleh penulis tentang sebuah tanggung jawab besar sebagai seorang akh. Pada bab keempat penulis menjabarkan tujuan konsep dakwah Hasan Al Banna. Pada bab kelima penulis menjelaskan mengenai sarana yang dapat dillakukan untuk mewujudkan tujuan besar kita. Selain itu pada bab keenam penulis juga menjelaskan tentang tahapan – tahapan dakwah secara terperinci. Di bab ketujuh, penulis memberikan penjelasan detail mengenai risalah ta’lim. Pada bab kedelapan penulis menuliskan mengenai kewajiban – kewajiban seorang mujahid yang dijabarkan sebanyak 40. Sedangkan pada bab terkahir yaitu bab kesembilan mengenai penjelasan pelengkap mengenai konsep dasar Dakwah Ikhawanul Muslimin.

Bismillah...pada artikel ini ana akan menjelaskan secara singkat mengenai buku Membina Angkatan Mujahid. Saat membaca buku ini banyak kalimat yang dapat membuat kita tersentak. Mencoba merenungkan kembali apa yang sudah dipahami selama ini. Salah satu yang akan saya angkat pertama kali adalah kalimat dalam bagian pendahuluan...
“ Banyak angkatan muda islam yang tidak mengenal Hasan Al – Banna dengan fiktah dan dakwahnya.”
Kalimat ini memang benar adanya, bahkan mungkin kita yang mengaku sebagai Aktivis dakwah sangat tidak memahami atau bahkan mengenal sosok peletak gerakan islam kontemporer sang pioneer Hasan Al Banna. Patut di sadari bahwa angkatan muda saat ini yang sering berkoar – koar, melakukan tetrorika dengan sangat baik, ternyata tidak tahu landasannya, dan ternyata tidak tahu siapa pembuat landasan tersebut. Alhasil mereka berjalan tanpa tahu landasan yang jelas, seolah kehilangan arah.

Untuk lebih mengenal sang pembangun, Sa’id Hawwa menuliskan secara tersendiri satu bab mengenai sang tokoh Hasan Al Banna. Pun seperti yang kita kenal, Hasan Al Banna adalah tokoh penggerak gerakan islam kontemporer. Lahir dari rasa prihatin terhadap kondisi Mesir, Hasan Al Banna lahir menjadi sosok perubahan. Masa mudanya beliau habiskan untuk berjuang menyemai benih – benih islami. Pemikiran – pemikiran beliau diterima dengan baik oleh semua kalangan. Pada tahun 1928 beliau mendirikan gerakan Ikhwanul Musiimin bersama sahabat – sahabat perjuangannya. Gerakan yang didirikan oleh Hasan Al banna pun menyebar dengan sangat luas dan diterima dengan sangat baik oleh masyarakat. Dakwah yang di usung beliau adalah islam komprehensif, bahwa islam adalah kaffah, syamil dalam artian adalah menyeluruh.

Kunci Memahami Dakwah Ikhwanul Muslimin
“Hendaklah kamu komitmen bersama jamaah kaum muslimin dan imamnya”
Kalimat ini begitu sangat menyentak kita untuk berpikir lebih mendalam tentang arti sebuah komitmen. Dalam bukunya Sa’ad Hawwa mengungkapkan “bahwa prinsip dasar yang TIDAK BOLEH diabaikan oleh seorang muslim adalah bahwa umat islam harus mempunyai jamaah dan iman. Kewajiban utama setiap muslim ialah memberikan kesetiaannya kepada jamaah dan imamnya.“

Hal yang HARUS digarisbawahi yaitu bahwa seorang muslim harus memiliki jamaah dan SETIA pada jamaahnya. Makna kata dari memiliki jamaah adalah bahwa setiap muslim atau setiap dari kita harus bergabung dalam sebuah jamaah, adanya sebuah jamaah akan menuntut kita untuk bekerja menegakkan kalimat Allah SWT di muka bumi ini dan memperjuangkan sampai akhir. Sedangkan kalimat SETIA pada jamaahnya adalah mengandung makna bahwa telah menjadi sebuah kewajiban seorang muslim untuk memberikan ketaatan kepada jamaahnya.

Kunci untuk memahami dakwah ikhwanul muslimin menurut Sa’ad hawwa adalah pembaharuan dan paham zaman. Selain itu kunci lain untuk memahami dakwah ini adalah bahwa hendaknya setiap mulim memahami permasalahan dakwahnya. Kita harus pandai mendakwahkannya dan juga pandai mendekatkan orang – orang yang merespon kepadanya.
Tanggung Jawab Besar

Dakwah bukan kerja main – main, bukan pula kerja yang hanya dilakukan oleh individual. Namun dakwah aadlah kerja besar, kerja nyata dan kerja Jamaah. Dalam bukunya, Saa’ad Hawwa menjelaskan bahwa tanggung jawab besar kita adalah melakukan tajdid (Pembaharuan) dan naql (ahli generasi). Pembaharuan yang dimaksud adalah pembaruan ajaran slam dan proses perubahan umat islam dari satu fase ke fase lain.
Ustadzh Hasan Al Banna mengemukakan bahwa ikhwnul muslimin harus menjadi jamaah yang memusatkan pada pelayanan umum dan gerakan ikhwan adalah sebuha gerakan pembaharuaa.
Menurut penulis, dua tanggung jawab besar ini tidak akan terrealisasikan apabila kita tidak memahami dengan baik risalah ta’lim. Begitu pula dengan kita sebagai seorang aktivis dakwah kampus, memiliki tanggung jawabyang besar untuk melakukan sebuah pembaharuan di wilayah kampus dan menjadikan kampus melewatii proses pembaharuan dari satu fase ke fase lain hingga ahirnya menjadi sebuah kampus yang madani.

Tanggung jawab yang besar apabila tidak dibarengi dengan pengkondisisan diri yang baik akan percuma saja. Untuk itulah ikhwah, para aktivis dakwah hendaknya kita mememahi dengan sangat detail risalh ta’lim .

Tentang Tujuan
Ikhwanul Muslimin tidak memiliki tujuan yang mereka – reka, atau tujuan yang asal saja. Namun tujuan yang yang dibuat adalah untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi ini. Tentang tujuan Hasan Al Banna mengungkapkannya menjadi 7 tujuan yaitu :
1. Individu
2. Rumah tangga
3. Masyarakat
4. Pemerintah
5. Daulah Islamiyah
6. Tegknya daulah dan Khilafah ISlamiyah
7. Dunia dan seluruhnya Hanya tunduk kepada Allah SWT
Keseluruh tujuan tersebut tidak akan tercapai apabila kita sebagai aktivis dakwah hanya main – main saja. Sungguh sebuiah tujuan yang mulia. Tujuan tersebut merupakan tugas dan tanggung jawab setiap ikhwan untuk merealisasikannya.
Semua buka dilakukan dengan tergesa0 gesa tetapi dengan bertahap. Bermula dari diri sendiri kemudian baru tujuan yang paling akhir yaitu menegakkan kalimat Allah SWT di seluruh muka bumi.

Tentang Sarana
Hasan Al – Banna tidak serta merta hanya memberitahu tujua yang akan kita tuju tanpa degan strategi yang bias kita lakukan. Dalam buku membina angkatan mujahid, dijbarkan secara detail mengenai sarana serta strategii yang bisa kita lakukan dalam menempuh tujuan besar kita.
Setiap dari tujuan dijelaskan secara detail tentang sarana yang dapat kita lakukan untuk merealisasikan tujuan – tujuan tersebut.

Tahapan – tahapan Dakwah
Dalam risalah ta’lim Hasan Al Banna mengatakan bahwa tahapan dakwah ada tiga macam yaitu :
1. ta’arif
dalam tahapan dakwha inidilakukan dengan menyebarkan fikrah islam di tengah masyarakat
2. takwin
tahapan ini ditegakkan dengan melakukanseleksi terhadap anasir posotif untuk memikul beban jihad dan untuk menghimpun berbagai bagian yang ada.
3. tanfidzh
dakwah dalam tahapan ini adalah jihad, tanpa kenal sikap plin-plan, kerja terus menerus untuk menggapai tujuan akhir.
Dalam ketiiga tahapan ini, saiad hawwa menjelaskan bahwa ketiganya bisa dilakukan secara integral. artinya bisa dilakukan dengan bersama – sama walaupun masih dalam tahapan pertama.
Risalah Ta’lim Dan Sendi – Sendinya Pembentukan Pribadi Islam
Risalah ta’lim adalah risalah gerakan. Risalah ini merupakan modal kita sebelum terjun ke medan jihad. Risalah ini merupakan titik tolak bagi seorang akh. Ada 10 rukun baiat yang dibuat oleh Hasan Al Banna. Dan semua rukun ini saling berintegrasi satu sama lain.

Kita sebagai aktivis dakwah harus memegang teguh risalah ta’lim ini dan mengapliksikannya dalam kehidupan kita. Bukan hal yang main – main kenapa seorang hasan Al Banna membuat ini, dan bukan sembarangan juga menaruh rukun – rukun tersebut. Semua sudah diperhitungkan dan dalam bukunya Sa;ad hawwa menjelaskan secara rinci mengenai kesepulun rukun baiat tersebut

Kewajiban – kewajiban seorang mujahid
Seorang HAsana Al ABnna yang sangat cerdas juga membuat kewajiban – kewajiban seorang mujahid bagi setiap kah. Kewajiban – kewajiban ini pun di buat dengan sedatl – detailnya, hal yang mungkin tidak pernah kita sadari atau kita pedulikan namun sang pembangun ini justru membuatnya untuk setiap akh.
Kewajiban – kewajiban ini seharusnya kita lakukan jika kita mengaku sebagai Aktivis Dakwah. Karena kewajiban – kewajiban yang dibuat sangat kafah dan meneyluruh seluruh sendi – sendi dan setiap aspek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar