_pembelajar sejati,siap beraksi,berjuang sepenuh hati_

"Cinta yang tulus_cinta Allah SWT"

Selasa, 19 April 2011

“Kesiapan menerima beban dan memanggul amanah”

“Kesiapan menerima beban dan memanggul amanah”
Bismillah...
Dengan menyebut nama Allah...
Amanah bukan sesuatu yang mudah namun bukan pula sesuatu yang harus kitsa persulit. Adanya amanah mampu membuat kita menjadi lebih dewasa dan lebih bertanggung jawab. Amanah...apalah arti amanah itu?
Mungkin tanpa di sadari kita selalu mengeluh dengan amanah yang diberikan. Mengeluh dan selalu mengeluh dengan yang selalu di berikan...apalah arti amanah seorang manusia seperti diri ini jika dibandingkan dengan amanah yang di emban Rasulullah SAW. Rasulullah menerima amanah yang lebih besar dan sangat agung. Namun bagaimana sikap Rasulullah ketika manerima amanah tersebut? Apakah menolak? Tentu tidak! Rasulullah menerima tugas dan amanah ini dengan lapang.
Mari sejenak kita buka Al – Qur’an surat Al – Muzzamil ayat 1 – 20, baca kemudian pamahi!
Dalam surat Al – Muzzamil ini kita bisa melihat bahwa Rasulullah menerima amanah yang cukup berat....betapa ia begitu takut ketika wahyu itu datang kepadanya. Surat Al Muzzmil erat kaitannya dengan amanah yang diberikan Allah kepada Rasulullah melalui perantara malaikat jibril.
Lalu Kandungan apa yang termuat dalam surat tersebut?
1. tugas dan beban yang agung
2. urusan yang serius
3. kedahsyatan yang bertubi – tubi yaitu meliputi kedahsayatan ucapan yang berat, ancaman yang menakutkan dan posisi
Kandungan dalam surat Al – Muzzamil dibagi menjadi dua yaitu pada Ayat 1 – 19 dan ayat 20
• Pada ayat 1 – 19
1. seruan yang memuat tugas dan beban
2. persiapan untuk memikul tugas dan beban
seruan yang harus di emban ini tidak hanya langsung di jalankan begitu saja namun diperlukan amunisi – amunisi yang cukup untuk mengemban amanah ini. Adapun persiapan yang harus dilakukan yaitu :
- QL
- Shalat Tepat Waktu
- Membaca Al – Qur’an secara tartil
- Dzikir yang penuh kekhusyuan
- Bertawakal kepada Allah SWT
- Menjauhi menghindari dengan baik
- Bersabar
- Membiarkan urusan para pendusta
• Pada ayat 20
1. Allah memberikan kerianganan, kelembutan, kasih sayang dan kemudahan kepada hamba – Nya
2. arahan untuk melakukan taat kepada Allah SWT
3. isyarat terhadap rahmat dan pengampunan Allah SWT
Pada mulanya shalat malam adalah hal yang WAJIB dilaksanakan namun kemudian Allah memberikan keringanan menjadi tidak wajib namuan barang siapa yang mengerjakannya akan diberik keutamaan yang sangat bagus. Karena bangun malam merupakan salah satu juhad yaitu jihad melawan nafsu kita.

Surat lain lagi yang masih bersinggungan dengan surat Al Muzzamil yaitu Al Mudtasir. Mari kita baca dan pahami maksudnya!
Surat al muddatstsir dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu :
1. Al maktho Al awa’a (ayat 1 - 7)
- Diawali dengan panggilan dari Allah kepada NAbi Muhammad untuk memikul suatu urusan yang besar
- Allah seakan menserabut Nabi dari keadaan berselimut kepada keadaan berjihad
- Arahan kepada nabi agar beliau bersiap untuk urusan yang agung
- Taujih kepada nabi yiatu taujih rabbaniyah
2. Al Maktho Al Tsani (ayat 8 - 10)
- ancaman kepada orang yang mendstakan akhirat
3. Al Maktho Al tsalis (Ayat 11 - 31)
- tipe orang yang dusta
- sebab dan penyebab mengapa ia mendapatkan pernyataan perang dari Allah
- perjalanan akhir sang pendusta
Adapun ciri – ciri orang yang berdusta yaitu :
- Allah telah memberi kekuasaan yang sangat benyal
- Allah memberi putra – putri
- Allah telah limpahkan kenikmatan dan kedudukan
- Namun orang tersebut masih menginginkan tembahan kenikmatan yang lebih banyak lagi
- Namuan orang yang bergelimang harta ini membangkang dari ayat – ayat Allah
4. Al Maktho Al Rabi (ayat 31 - 48)
- makna neraka saqar. Yaitu didalamnya terdapat orang yang suka membuang waktu dan mendustakan ayat – ayat Allah SWT
5. Al Maktho Al khamis ( ayat 49 – 56)
- Orang – orang yang memiliki Sikap Al – Muthadzibin (ada dakwah namun menghindar)
- Adapaun penyebab orang – orang tersebut menghindari dari dakwah yaitu : hasad (iri dan dengki), sedikit takut pada Allah

Semoga kita bisa mengemban amanah ini karena Allah. Just for Allah!!!!
SEMANGAT!! ^_^

Minggu, 21 November 2010

pelatihan yang...

baru - baru ini aku abis mengikuti pelatihan di kampus..pelatihan yang sebenarnya tidak ingin aku ikuti..tapi aku harus ikut...

pelatihan yang aku nikuti ini sangat baru bagiku dan .. dibilang aneh sih gak..tapi cukup asing buatku...

banyak pembe;ajaran yang bisa aku dapatkan...lumayan buat ngisi otak yang neg-blank sama organisasi itu..alhamdulillah pelatihan tersebut sudah cukup terkondisikan dengan baik..biah - biah islami dan nuansa islami diterapkan oleh panitia dengan cukup baik..setidaknya tidak terlalu "hedon" banged lah...

bisa bayangin gak ci..aku berada di suatu pelatuhan yang orang - orang didalamnya tidak menyukai oragnisasi yang dulu pernah aku geluti. semua orang kontra...cuma aku doank yang pro...

yang bisa aku tarik kesimpulan dari pelatihan itu adalah...
hubungan antara legislatif dan eksekutif sangat rumit...semuanya sama - sama tidak mau saling mengetahui..semuanya mau menang sendiri...

satu hal yang pasyi..pengkaderan legislatif harus maksimal...

Sabtu, 13 November 2010

dakwah kampus...

dakwah kampus...
siapa yang menyangka kalau aku akan terlibat sangat jauh dalam dakwah kampus...
tak ada yang mengira,,
bahkan aku sendiri..
sungguh allah lah pemilik rencana ini..

aku belajar dan aku tahu..bahwa setiap aktivis dakwah harus mau ditempatkan dimana saja demi kemenangan dakwah..namun msalahnya tidak semua aktivis dakwah mau...
tahukan bahwa medan dakwah begitu terjal??? tahukan bagaimana penerimaaan orang - orang disana terhadap diri kita??? tahukah???

dan aku tahu setiap jundi harus taat sama qiyadah....
aku tahu itu...
tapi tahukah ini begitu sulit??
sulit sekali...

aku tahu,,dan aku tahu...


ada sesorang yang berkata padaku bahwa ketika kita menerima amanah ang tidak kita inginkan maka kita akan mendapatkan pahala yang lebih..
tahukah kenapa lebih??
karena selain mendapat pahala mujahidin,,kita juga akan mendplan pahala mengemban amanah dakwah,,selian itu kita mengubur kekecewaan kita dan menjalan amanah ini walapun tidak sesuai dengan yang kta inginkan dan kemudian kita ada karena kita dibutuhkan..bukan kita yang butuh tapi mereka yang butuh..dan semua demi kemenangan dakwah..

subhanallah..

semoga bisa mengemban aamanah ini karena Allah SWT..aamin,,