Ikhlas dalam beramal..
”Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya dan sesungguhnya bagi seseorang itu apa yang diniatkannya..”
Ikhlas.. satu kata yang mudah untuk di ucapkan.. satu kata yang begitu mudah dilisankan. . kita sering mengumbar kata ikhlas..
”gw iklhas koq..”
”tenang aja ukh/akh..ana ikhlas..silahkan untuk antum saja...”
Mudah sekali bukan ketika kita mengucapkannya..
Namun apakah ikhlas perlu kia ungkapkan??? apakah ikhlas harus kita ungkapkan apabila memang kita benar – benar ikhlas???
I-K-H-L-A-S...5 huruf yang mungkin adalah bukan hal yang mudah ketika kita maknai secara mendalam..
Ikhlas. .apa sebenarnya ikhlas itu ???
Ikhlas berkaitan dengan niat. Ikhlas identik dengan kegiatan membersihkan dan memisahkan dari sesuatu yang kotor menjadi bersih.
Ikhlas bukan hanya retrotika. Makna ikhlas lebih mendalam dan memaku di jiwa seorang muslim dan di dalam gerakan kita dimanapun berada.
Sebagai seorang aktivis dakwah, dalam melakukan aktivitas beramal maka diperlukan niat yang tulus dan ikhlas semata hanya untuk Allah. Kita harus memaknai ikhlas sedalam mungkin dan sejalan dengan aktivitas beramal kita. Ada beberapa hal yang harus kita pahami, diantaranya yaitu :
1. ikhlas menjadi bagian yang tidak terpisahkan
2. ikhlas masuk ke dalam pemikiran kita dan memberikan ide kreatif dengan dakwah kita
3. ikhlas dalam memandang segala permasalahan dengan jernih
4. ikhlas dalam melaksanakan tanggung jawab
5. ikhlas adalah kata yang memiliki makna mendalam sejalan dengan niat yang kita tuju dalam beramal.
Motivasi awal dalam beramal adalah meraih ridho Allah SWT. Kita harus ikhlas sampai Allah memberikan kemenangan bagi dakwah ini..
Semangat Aktivis Dakwah!!
Allahu Akbaru!!!
Maka dalam diammu itulah cinta.. Maka dari senyummu itulah cinta.. Maka dalam bicaramu itulah cinta.. Maka segala sesuatu akan indah dengan cinta Allah SWT
_pembelajar sejati,siap beraksi,berjuang sepenuh hati_
"Cinta yang tulus_cinta Allah SWT"
Rabu, 25 Mei 2011
kesatuan langkah dalam beramal
Kesatuan Langkah Dalam Beramal
Dalam melakukan aktivitas kebaikan yaitu beramal, kita tidaklah sendiri melainkan dilakukan dengan jama’i..yaitu bersama – sama..
Mari kita buka Al-Qur’an surat As-Saff (1-14)
Tujuan yang termuat dalam surat As-Saff adalah
1. penegasan di dalam hati seorang muslim bahwa agama Islam merupakan manhaj illahi bagi seluruh manusia.dalam bentk yang teratur dan harus menjadi satu – satunya agama yang efektif di muka bumi.
2. membangun perasaan seorang mukmin akan tanggung jawab, amanah yang membawa kepada niat yang jujur dalam berjuangn menegakkan agama Allah dan tidak terjadi ketimpangan antara perkataan dan perbuatan
kandungan yang terkandung dalam surat As-Saf adalah :
1. Wajib pertahankan agama dalam barisan yang teratur.
Amanah harus dikerjakan dengan perbuatan, apa yang kita katakan maka harus kita lakukan juga. Janganlah kita menyuruh orang, namun kita tidak melakukannya..
QS.As-Saff : 2 = Alah bertanya dengan peringatan
QS.As-Saff : 3 = Allah membenci orang – orang yang mengatakan apa yang tidak dikerjakan
QS.As-Saff : 4 = Allah memberikan kabar gembira
QS.As-Saff : 6 = kejahatan Bani Israil terhadap musa, mereka tidak mengindahkan apa yang dikatakan oleh nabi Musa
Ibrohnya : Jujur dan beristiqomahla!
2. Kemenangan yang diperoleh dengan pengorbanan (As-Saff : 10 - 13)
Seruan itu di awali dengan orang – orang yang beriman..
Kenikmatan yang luar biasa adalah dimasukkan ke dalam surga...
Mengerjakan perintah Allah merupakan pengorbanan dan mendapat kan kemenangan merupakan bentuk kenikmatan..
Dalam melakukan aktivitas kebaikan yaitu beramal, kita tidaklah sendiri melainkan dilakukan dengan jama’i..yaitu bersama – sama..
Mari kita buka Al-Qur’an surat As-Saff (1-14)
Tujuan yang termuat dalam surat As-Saff adalah
1. penegasan di dalam hati seorang muslim bahwa agama Islam merupakan manhaj illahi bagi seluruh manusia.dalam bentk yang teratur dan harus menjadi satu – satunya agama yang efektif di muka bumi.
2. membangun perasaan seorang mukmin akan tanggung jawab, amanah yang membawa kepada niat yang jujur dalam berjuangn menegakkan agama Allah dan tidak terjadi ketimpangan antara perkataan dan perbuatan
kandungan yang terkandung dalam surat As-Saf adalah :
1. Wajib pertahankan agama dalam barisan yang teratur.
Amanah harus dikerjakan dengan perbuatan, apa yang kita katakan maka harus kita lakukan juga. Janganlah kita menyuruh orang, namun kita tidak melakukannya..
QS.As-Saff : 2 = Alah bertanya dengan peringatan
QS.As-Saff : 3 = Allah membenci orang – orang yang mengatakan apa yang tidak dikerjakan
QS.As-Saff : 4 = Allah memberikan kabar gembira
QS.As-Saff : 6 = kejahatan Bani Israil terhadap musa, mereka tidak mengindahkan apa yang dikatakan oleh nabi Musa
Ibrohnya : Jujur dan beristiqomahla!
2. Kemenangan yang diperoleh dengan pengorbanan (As-Saff : 10 - 13)
Seruan itu di awali dengan orang – orang yang beriman..
Kenikmatan yang luar biasa adalah dimasukkan ke dalam surga...
Mengerjakan perintah Allah merupakan pengorbanan dan mendapat kan kemenangan merupakan bentuk kenikmatan..
Kamis, 21 April 2011
refleksi akhir tahun...
” Sebuah Refleksi Akhir Tahun ”
Assalamu’alaikum Wr Wb
Bismilahirrahmannirrahim
Suatu hari saya pernah mendengar sebuah cerita yang sangat unik,,unik karena saya bingung sebenarnya ini lucu atau tidak,, tapi cukup membuat kepala saya geleng – geleng...
Ceritanya begini...
Jadi, suatu hari teman saya ini pernah ditanya oleh salah seorang temannya tentang keaktifan sebuah organisasi.
” Koq ” ” sekarang gak aktif ci?? Gak keliatan...” Tanyanya
Temen – temen tau apa jawaban teman saya itu....Cukup simpel jawaban teman saya,,gak neko – neko..
”Kemarin milih sapa?” jawab teman saya sambil melemparkan sebuah pertanyaan.
Sungguh jawaban itu membuat temannya tercengang sampai tidak tahu harus berkata apa lagi.
Ketika saya mendengar cerita itu pun saya hanya tersenyum simpul. Hingga akhirnya membuat saya berpikir tentang arti sebuah organisasi dan pemimpin.
Betapa pentingnya arti seorang pemimpin bagi sebuah organisasi. Ibaratnya tubuh ini, apabila kita tidak memiliki kepala, maka kita tidak akan bisa hidup atau apabila ada yang salah dengan kepala kita, tentunya arah hidup kita tidak tahu akan kemana/jadi ngawur. Semua tergantung kepala, kalo isi kepalanya gak bener ya arahnya juga jadi gak bener. Semuanya ada di kepala..
Seorang pemimpin dipilih untuk memimpin anak buahnya dan organisasinya. Seorang pemimpin bukan untuk duduk santai melihat kinerja staffnya. Atau hanya bisa menyuruh tanpa berbuat. Atau membuat keputusan tanpa dipikir. Atau menginginkan hasil yang baik tapi tidak mau menjalani sebuah proses. Atau ingin dihormati tapi tidak mau menghormati staffnya. Atau ingin didengar tapi tidak mau mendengarkan staffnya berbicara. Atau ingin berhasil tapi menyalahi aturan.
Ffiiuhhh....
Tidak mudah menjadi seorang pemimpin...
Siapa yang bilang itu gampang....
Sulit???
Tentu saja sulit....
Bukan hal yang mudah tapi kita juga jangan mempersulitnya.
Jalankan saja??
Ya tdak bisa..
Memang semudah itu untuk dijalankan saja?? Tanpa ada bekal???
Ck..ck..ck..ck..ck...
Seorang pemimpin harus belajar. Belajar dari orang lain. Belajar dari pengalaman. Belajar berdiskusi. Dan Belajar memimpin.
Ada hadits yang berbunyi ”sebuah negeri tergantung dari pemimpinnya, apabila pemimpinnya tidak baik, maka kehancuranlah yang didapat”
Hei...lihatlah teman..Allah sekali – kali tidak pernah menipu kita...silahkan baca,,bila pemimpin itu tidak baik maka kehancuranlah yang akan datang..naudzubillahimindzalik..
Semoga Allah selalu melindungi kita....
Maka sebuah organisasi ini tergantung pemimpinnya. Bukan berarti staff tidak penting. Staff tentu saja penitng. Tidak bisa seorang ketua berdiri sendiri tanpa ada staffnya. Tidak bisa dia menjalankan seorang diri tanpa ada yang membantu. Tidak bisa!.
Lalu bagaimana bila....
Bila pemimpin dikatator???
Bila pemimpin sidah tidak benar???
Bila pemimpintidak mau mendengarkan staffnya???
Bila pemimpin hanya teriak – teriak saja???
Bila pemimpin hanya memerintah saja???
Bila pemimpin hanya ongkang-ongkang kaki saja???
Bila pemimpin sudah tidak mau menjalankan mekanisme rapat???
Bila pemimpin tidak percaya staffnya??
Bila pemimpin membuat rencana sendiri??
Bila pemimpin sudah tidak peduli???
Bila pemimpin tidak mau bertanggung jawab???
Tinggalkan saja!!
Ganti pemimpin yang lain!!!!!!
Itu cara yang mudah.
Lalu apa kita mau seperti itu???
Maka ketika ingin menanyakan tentang eksistensi sebuah oraganisasi, maka tanyakanlah pada diri sendiri lalu pada sang pemimpin, sang ketua. Bukankah itu pemimpin yang diinginkan?? Bukankah itu pemimpin yang inginnya memimpin?? Bukankah itu pemimpin yang selama ini dicari??
Benarkah???
Mungkin bila ada yang bertanya pada saya tentang eksistensi organisasi, maka jawaban saya sama seperti jawaban teman saya. ^_^
Wallahualam bi shawab
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Assalamu’alaikum Wr Wb
Bismilahirrahmannirrahim
Suatu hari saya pernah mendengar sebuah cerita yang sangat unik,,unik karena saya bingung sebenarnya ini lucu atau tidak,, tapi cukup membuat kepala saya geleng – geleng...
Ceritanya begini...
Jadi, suatu hari teman saya ini pernah ditanya oleh salah seorang temannya tentang keaktifan sebuah organisasi.
” Koq ” ” sekarang gak aktif ci?? Gak keliatan...” Tanyanya
Temen – temen tau apa jawaban teman saya itu....Cukup simpel jawaban teman saya,,gak neko – neko..
”Kemarin milih sapa?” jawab teman saya sambil melemparkan sebuah pertanyaan.
Sungguh jawaban itu membuat temannya tercengang sampai tidak tahu harus berkata apa lagi.
Ketika saya mendengar cerita itu pun saya hanya tersenyum simpul. Hingga akhirnya membuat saya berpikir tentang arti sebuah organisasi dan pemimpin.
Betapa pentingnya arti seorang pemimpin bagi sebuah organisasi. Ibaratnya tubuh ini, apabila kita tidak memiliki kepala, maka kita tidak akan bisa hidup atau apabila ada yang salah dengan kepala kita, tentunya arah hidup kita tidak tahu akan kemana/jadi ngawur. Semua tergantung kepala, kalo isi kepalanya gak bener ya arahnya juga jadi gak bener. Semuanya ada di kepala..
Seorang pemimpin dipilih untuk memimpin anak buahnya dan organisasinya. Seorang pemimpin bukan untuk duduk santai melihat kinerja staffnya. Atau hanya bisa menyuruh tanpa berbuat. Atau membuat keputusan tanpa dipikir. Atau menginginkan hasil yang baik tapi tidak mau menjalani sebuah proses. Atau ingin dihormati tapi tidak mau menghormati staffnya. Atau ingin didengar tapi tidak mau mendengarkan staffnya berbicara. Atau ingin berhasil tapi menyalahi aturan.
Ffiiuhhh....
Tidak mudah menjadi seorang pemimpin...
Siapa yang bilang itu gampang....
Sulit???
Tentu saja sulit....
Bukan hal yang mudah tapi kita juga jangan mempersulitnya.
Jalankan saja??
Ya tdak bisa..
Memang semudah itu untuk dijalankan saja?? Tanpa ada bekal???
Ck..ck..ck..ck..ck...
Seorang pemimpin harus belajar. Belajar dari orang lain. Belajar dari pengalaman. Belajar berdiskusi. Dan Belajar memimpin.
Ada hadits yang berbunyi ”sebuah negeri tergantung dari pemimpinnya, apabila pemimpinnya tidak baik, maka kehancuranlah yang didapat”
Hei...lihatlah teman..Allah sekali – kali tidak pernah menipu kita...silahkan baca,,bila pemimpin itu tidak baik maka kehancuranlah yang akan datang..naudzubillahimindzalik..
Semoga Allah selalu melindungi kita....
Maka sebuah organisasi ini tergantung pemimpinnya. Bukan berarti staff tidak penting. Staff tentu saja penitng. Tidak bisa seorang ketua berdiri sendiri tanpa ada staffnya. Tidak bisa dia menjalankan seorang diri tanpa ada yang membantu. Tidak bisa!.
Lalu bagaimana bila....
Bila pemimpin dikatator???
Bila pemimpin sidah tidak benar???
Bila pemimpintidak mau mendengarkan staffnya???
Bila pemimpin hanya teriak – teriak saja???
Bila pemimpin hanya memerintah saja???
Bila pemimpin hanya ongkang-ongkang kaki saja???
Bila pemimpin sudah tidak mau menjalankan mekanisme rapat???
Bila pemimpin tidak percaya staffnya??
Bila pemimpin membuat rencana sendiri??
Bila pemimpin sudah tidak peduli???
Bila pemimpin tidak mau bertanggung jawab???
Tinggalkan saja!!
Ganti pemimpin yang lain!!!!!!
Itu cara yang mudah.
Lalu apa kita mau seperti itu???
Maka ketika ingin menanyakan tentang eksistensi sebuah oraganisasi, maka tanyakanlah pada diri sendiri lalu pada sang pemimpin, sang ketua. Bukankah itu pemimpin yang diinginkan?? Bukankah itu pemimpin yang inginnya memimpin?? Bukankah itu pemimpin yang selama ini dicari??
Benarkah???
Mungkin bila ada yang bertanya pada saya tentang eksistensi organisasi, maka jawaban saya sama seperti jawaban teman saya. ^_^
Wallahualam bi shawab
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Langganan:
Postingan (Atom)